7 Manfaat Terong untuk Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Terong untuk Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Terong untuk Kesehatan Tubuh – Terong, atau dalam bahasa ilmiahnya Solanum melongena, adalah salah satu jenis sayuran yang sangat populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Terong dikenal dengan warna ungu khasnya, meskipun ada juga varietas lain seperti hijau, putih, dan bahkan belang. Sayuran ini sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti balado, tumis, gulai, hingga sambal terong.

Namun, di balik rasanya yang nikmat dan teksturnya yang lembut, terong menyimpan segudang manfaat kesehatan yang bonus new member 100 jarang diketahui. Kandungan nutrisinya yang lengkap menjadikan terong sebagai salah satu bahan pangan yang layak dikonsumsi secara rutin.

Kandungan Gizi dalam Terong

Terong mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 gram terong mentah, terdapat:

  • Kalori: ±25 kkal
  • Karbohidrat: ±6 gram
  • Serat: ±3 gram
  • Protein: ±1 gram
  • Lemak: ±0,2 gram
  • Vitamin C: ±2,2 mg
  • Vitamin K, B6, dan folat
  • Mineral: Kalium, magnesium, fosfor, dan mangan
  • Antioksidan: Nasunin, flavonoid, dan asam klorogenat

Kombinasi nutrisi ini menjadikan terong sebagai sayuran rendah kalori namun tinggi manfaat, cocok untuk berbagai jenis diet dan gaya hidup sehat.

Manfaat Terong untuk Kesehatan Tubuh

1. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Terong kaya akan antioksidan seperti nasunin dan flavonoid yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan serat dan kalium dalam terong juga berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Dengan mengonsumsi terong secara rutin, risiko penyakit jantung koroner dan stroke dapat ditekan secara signifikan.

2. Mendukung Program Diet dan Penurunan Berat Badan

Terong adalah sayuran rendah kalori mahjong ways 3 dan tinggi serat, sehingga sangat cocok untuk program penurunan berat badan. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, mengurangi keinginan untuk ngemil, dan memperlancar sistem pencernaan.

Mengganti makanan tinggi kalori dengan olahan terong bisa menjadi strategi cerdas untuk menjaga berat badan ideal.

3. Menjaga Kesehatan Otak

Nasunin, antioksidan yang terdapat dalam kulit terong, memiliki kemampuan untuk gates of gatot kaca 1000 melindungi membran sel otak dari kerusakan oksidatif. Selain itu, kandungan vitamin B6 dalam terong membantu produksi neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam suasana hati dan fungsi kognitif.

Terong sangat baik dikonsumsi oleh pelajar, pekerja kreatif, atau siapa pun yang ingin menjaga performa otak tetap optimal.

4. Mengontrol Gula Darah

Terong memiliki indeks glikemik rendah dan kaya akan serat larut, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula tetap stabil.

Kandungan polifenol dalam terong juga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan.

5. Menyehatkan Kulit dan Rambut

Vitamin C dan E dalam terong berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut. Vitamin C membantu produksi kolagen, protein yang menjaga elastisitas kulit, sementara vitamin E melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV dan polusi.

Terong juga mengandung zinc dan biotin yang mendukung pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan.

6. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Serat dalam terong membantu memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, terong juga mengandung air dalam jumlah cukup tinggi yang membantu menjaga hidrasi saluran cerna.

Bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan ringan, seperti kembung atau gangguan lambung, terong bisa menjadi solusi alami yang efektif.

7. Menurunkan Risiko Kanker

Antioksidan dalam terong, seperti asam klorogenat dan nasunin, memiliki sifat antikanker. Senyawa ini membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker.

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi terong secara rutin dapat membantu menurunkan risiko kanker payudara, prostat, dan usus besar.

Exit mobile version